Home / Jabodetabek / Duh! Pekerjaan Proyek Turap di Kota Depok, Diduga “Asal-Asalan”
Sejumlah pekerja mengaduk pasir dan semen secara manual dalam proses pembuatan lantai dasar turap di wilayah Komplek Samudera RW 06 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas Depok, Selasa (1/12).

Duh! Pekerjaan Proyek Turap di Kota Depok, Diduga “Asal-Asalan”

sinardepok.com – Pelaksanaan pekerjaan proyek penurapan di wilayah Kota Depok, mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Pasalnya, beberapa lokasi pekerjaan proyek penurapan, seperti di RW06 Komplek Perumahan Samudera Indonesia Pancoran Mas, Perum PGRI Cilodong, proses pengadukan pasir dan semen untuk pemasangan batu kali serta lantai dasar dikerjakan manual dengan menggunakan tenaga manusia (tanpa mesin molen-red).

“Proses pengadukan pasir dan semen untuk pemasangan batu kali serta lantai dasar kok dikerjakan secara manual ya, tidak gunakan mesin molen. Sudah dipastikan, hasilnya tidak akan maksimal kalau dikerjakan manual, begini” kata Indra salah satu warga di RW06 Kelurahan Depok, Pancoran Mas Depok, Selasa (1/12/2020).

Tak hanya itu, lanjut indra pembuatan lantai dasar penurapan di bekas komplek pelayaran itu menggunakan semen merk yang tak lazim dikenal masyarakat.

“Aneh lagi, pelaksana memakai merk semen Rajawali yang tidak terlalu dikenal, umumnya kan tiga roda. Secara kualitas gmn? Apalagi semen itu dipakai untuk lantai dasar turap, seperti di Samudera ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan keberadaan direksi keet di dalam bedeng lokasi pembangunan proyek tersebut.

“Haduh, perkerjaan sudah berjalan gambar proyek tidak ada di dalam bedeng. Kami minta Dinas terkait dapat memperhatikan permasalahan ini, agar pekerjaan proyek dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya mengaku sangat  menyambut baik pengerjaan penurapan yang sudah terserap di wilayahnya.

Baca Juga:   Ingat! 50 Hari Lagi Datang ke TPS

“Kami selaku warga tetap menyambut baik serapan proyek turap ini. Tetapi, jalannya pekerjaan harus transparan kepada warga,” pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, salah satu Pemerhati Pembangunan Kota Depok Manulang, mengaku merasa heran jika terdapat pengecoran turap dikerjakan secara manual seperti di wilayah Perum PGRI dan Komplek Samudera.

“Jelas aneh, jika pengecoran untuk turap dikerjakan secara manual. Umumnya, pengecoran turap itu gunakan mesin molen,” terangnya

Bahkan, lanjut Manulang, penggunaan merk semen sangat penting dalam hasil kualitas setiap pembangunan seperti proyek turap tersebut.

“Merk standar dan berkualitas semen menjadi poin penting kualitas setiap pembangunan. Pertanyaannya, kalau ada merk semen Rajawali untuk campuran lantai dasar turap, apakah sudah sesuai spek RAB.  Merk semen yang standar dan berkualitas proyek Pemerintah itu bukannya Tiga Roda,” ungkapnya.

Sementara itu, saat wartawan mencoba menghubungi Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok untuk dimintai konfirmasi, hingga kini belum merespon. Hingga berita ini ditayangkan, wartawan sinardepok.com masih menunggu klarifikasi dari Dinas maupun dari pihak pelaksana proyek tersebut.

(gdr/po/SINDE)


Baca juga

PPP Depok Beri Sembako untuk Warga Isoman

DEPOK, SINARDEPOK.COM – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok kembali menebar ribuan paket sembako …