Edukasi Bersama BPOM, Wenny Haryanto Imbau Warga Depok Selektif Pilih Obat dan Makanan

oleh
oleh

Depok, SINDE – Anggota Komisi IX DPR RI fraksi Golkar Wenny Haryanto hadir dalam program Komunikasi, Informasi dan Edukasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari Balai Besar Bandung di Depok, Rabu (10/1/2024).

Dalam kegiatan yang digelar bersama warga Kota Depok, Wenny Haryanto bersama BPOM Balai Besar Bandung memberikan edukasi agar masyarakat selalu selektif dalam mengkonsumsi obat maupun makanan yang beredar.

Dihadapan ratusan masyarakat yang didominasi kaum ibu-ibu, Wenny Haryanto menjelaskan, ada beberapa kategori obat sesuai dengan golongan. Hal ini diinformasikan untuk pengetahuan masyarakat.

“Logo hijau obat itu artinya bebas, tersedia di semua toko obat seperti toko obat, rumah sakit, klinik hingga puskesmas,” jelasnya saat menyapa masyarakat Kecamatan Cipayung dan Beji, Kota Depok.

Selanjutnya, obat warna biru adalah obat terbatas yang juga tersedia di toko obat, rumah sakit hingga puskesmas. Untuk warna obat yang merah ini, Wenny Hatyanto memegaskan jika obat ini harus diperhatikan. Hal ini mengingat tingkat berbahaya obat tersebut jika di salah gunakan.

“Obat itu (warna merah) tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Hanya ada di apotek, puskesmas, klinik dan rumah sakit. Selain di tempat tersebut dijamin ilegal,” tegas politikus perempuan Partai Golkar.

Wenny Haryanto mengungkapkan, bahayanya dari obat tersebut jika konsumsi secara salah dan tidak tepat akan menjadi pengunaan narkotika, salah satu jenisnya seperti tramadol.

Baca Juga:   PMT Lokal Berhasil Naikkan Berat Badan Ribuan Balita Gizi Kurang

Di sela kegiatan bersama Mitra kerja BPOM ini, Wenny Haryanto menyampaikan realisasi program Mitra kerja Komisi IX DPR RI persentasenya cukup tinggi. Sebab, permohonan dari masyarakat khususnya di Kota Depok bisa dikatakan tinggi.

“Di semua kegiatan sosialisasi bersama Mitra kerja Komisi IX, cukup banyak banyak permohonan masyarakat Depok, realisasi capai 95 persen. Sebagian besar terkait Balai Latihan Kerja (BLK), Padat Karya, dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) program serapan dari Kemenaker RI. Bahkan program padat karya tunai desa (PKTD) dari Kemenkes RI,” kata anggota legislatif dari Fraksi Golkar tersebut.

Wenny Haryanto yang saat ini duduk di Komisi IX DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi itu juga menjelaskan, tujuan bantuan program kemitraan tersebut untuk masyarakat agar mendorong terbukanya lapangan kerja baru dan kurangi pengangguran.

“Ya, mudah-mudahan program ini sangat bermanfaat buat masyarakat. Karena program ini juga untuk membuka lapangan kerja baru dan kurangi pengangguran,” katanya.

(Bambang Banguntopo/SINDE)

No More Posts Available.

No more pages to load.