Home / Jabodetabek / Hendak Jenguk Tahanan Sidang, Sepasang Pria dan Wanita Kedapatan Bawa Obat Terlarang
Bawa Obat Terlarang : Seorang pengunjung tahanan narkoba diamankan kepolisian Polsek Sukmajaya, Kamis (5/3).

Hendak Jenguk Tahanan Sidang, Sepasang Pria dan Wanita Kedapatan Bawa Obat Terlarang

SINDE – Petugas Kepolisian Polsek Sukmajaya dan Pengawal Tahanan (Waltah) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok berhasil mengamankan obat terlarang yang dibawa pengunjung tahanan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (5/3).

Dalam pengungkapan kali ini, pelaku menyimpan sejumlah obat terlarang di dalam makanan kemasan yang akan diberikan ke salah seorang tahanan narkoba.

Informasi yang dihimpun wartawan SINDE di lokasi tahanan PN Depok, Obat terlarang tersebut berjenis Riklona Clonazepam, merk MERSI, dengan jumlah keseluruhan 10 tablet.

Obat Terlarang : Obat terlarang jenis Riklona Clonazepam, merk MERSI.

Obat terlarang ini  termasuk jenis psikotropika. Temuan jenis obat ini, berhasil mengamankan sepasang pria dan wanita. Yakni, RE (31) dan seorang perempuan yang merupakan istri dari tahanan narkoba tersebut. Keduanya langsung diamankan pihak kepolisian Polsek Sukmajaya Depok.

Seperti diketahui, Riklona merupakan obat penenang yang mengandung clonazepam. Dilansir oleh Alodokter.com, clonezapam adalah obat golongan antikonvulsan yang bermanfaat mencegah atau mengontrol kejang dan epilepsi.

Karena obat ini termasuk jenis psikotropika, maka penggunaannya pun harus berdasarkan anjuran dokter. Jika tidak, penggunaannya bisa menyebabkan efek samping ringan hingga paling berbahaya.

Adapun efek samping dari penyalahgunaan clonezepam, antara lain penurunan kesadaran, depresi, pusing, gangguan koordinasi gerakan, kelelahan, gangguan ingatan, rhinitis, kebingungan dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Dilansir dari Drugs.com, orang yang mengonsumsi clonazepam ini harus menghubungi dokter, jika mengalami efek samping seperti kantuk parah, perubahan perilaku, halusinasi, pikiran untuk bunuh diri, detak jantung berdebar dan gerakan mata tidak biasa.

Baca Juga:   DPUPR Depok Kebut Capaian Pembangunan Jalan dan Jembatan

Selain itu, minum obat ini dengan obat lain bisa membuat orang mengantuk atau memperlambat pernapasan yang menyebabkan efek samping berbahaya sampai kematian.

(dik/po/SINDE)

Baca juga

Olahraga Bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok

Kajari Depok ditaklukan Kasi Pidum

SINDE – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Yudi Triyadi ditaklukan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi …