Home / Jabodetabek / Ibu Wenny, Anggota DPR RI yang Tak Bosan Berikan Program untuk Masyarakat
Anggota DPR RI Komisi IX Dra. Hj. Wenny Haryanto, SH hadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama BPOM dan tokoh masyarakat di Depok, Rabu (12/10/2022).

Ibu Wenny, Anggota DPR RI yang Tak Bosan Berikan Program untuk Masyarakat

DEPOK, SINDE – Tak bosan berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya di Kota Depok. Adalah, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi Wenny Haryanto yang memberikan program melalui mitra kerja di Komisi IX.

Diantaranya program yang dibawa politisi partai Golkar itu, adalah Balai Latihan Kerja (BLK), Padat Karya, dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

“ke 3 Program ini bekerja sama dengan salah satu mitra kerja komisi IX yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Tujuannya mendorong terbukanya lapangan kerja baru melalui Program Balai Latihan Kerja, Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan Padat Karya,” kata Wenny Haryanto, disela kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama BPOM dan tokoh masyarakat di Depok, Rabu (12/10/2022).

Pertama, nilai dan syarat untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK-red) seperti di lahan atau tanah area pondok pesantren.

“BLK ini nilainya 750 juta, syaratnya harus memiliki lahan kosong minimal 350m2 milik pondok pesantren. BLK nantinya bisa dijadikan tempat pelatihan seperti bahasa asing, konveksi, komputer, perhotelan, dan lainnya,” ujarnya.

Kedua, bantuan program padat karya harus memiliki yayasan, yang nantinya akan diberikan bantuan 100 juta.

“Untuk program padat karya nilainya 100 juta. Syarat harus memiliki yayasan, bisa dipergunakan untuk pengecoran, aspal dan betonisasi jalan, bangun Drainase, turap tebing, bahkan mck,” tambahnya.

Baca Juga:   Sosialisasi Stunting, Wenny Berikan Kuis Hingga Doorprize

Lalu ketiga, program Tenaga Kerja Mandiri akan diberikan bantuan senilai 20 juta. Program ini untuk membantu masyarakat modal usaha seperti UMKM.

“Untuk TKM, syaratnya kumpulkan 10 KTP, tentukan ketuanya dari 10 orang. Buat proposal pengajuan. Tentukan usaha, minta persetujuan dari kelurahan setempat, yang bisa dilakukan seperti usaha masakan sop buah, lontong sayur, usaha pulsa, steam motor atau mobil, sablon, budidaya lele, kambing ayam  bebek, tanaman hias, dan lainnya. Modal 20 juta itu tidak dikembalikan, yang terpenting tunjukan usahanya,” pungkasnya.

Ia mengaku akan memberikan prioritas untuk masyarakat terutama di Kota Depok. Ia pun berharap semua program tersebut bisa terlaksana maksimal dan memberi manfaat dan berimbas pada peningkatan perekonomian Nasional.

“Saya akan berupaya agar program ini bisa merata, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Harapan kami program ini bisa terlaksana maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” ulas Wenny Haryanto.

Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjutnya, banyak program-programnya telah terlaksana dengan baik, seperti halnya program bedah rumah, perbaikan jalan, penurapan wilayah, Pembangunan Sanitasi, dan lainnya.

“Ini merupakan realisasi program yang saya bawa pada tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Lokal BPOM Perwakilan Bogor-Depok Iltizam Nasrullah, Tokoh Agama H.Naseh, Jajaran para Ketua Posyandu, Ketua RT/RW, dan elemen masyarakat lainnya.

(po/SINDE)


Baca juga

PT. Tirta Asasta Depok (Perseroda) Umumkan Penyesuaian Tarif

DEPOK, SINDE – Kali ini  PT. Tirta Asasta Depok (Perseroda) akan melakukan penyesuaian tarif pemakaian air …