Komisi IX DPR RI dan Poltekkes Kemenkes Jakarta III Sosialisasi Germas di Depok

oleh -1 Dilihat
oleh

Depok, SINDE – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta III bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI menyelenggarakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk warga Kota Depok, Rabu (12/04/2023).

Acara tersebut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto, Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Yupi Supartini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok yang diwakili Juri Hendrajadi, serta warga dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Wenny Haryanto mengatakan selalu mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh para mitra Komisi IX.

“Bentuk kegiatan tersebut salah satunya kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bersama mitra kerja Komisi IX Poltekkes Kemenkes Jakarta III,” katanya.

Menurut Wenny, Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman dan tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.

“PTM ini pada awalnya tidak bergejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya dan hanya memeriksakan diri ketika telah terjadi komplikasi PTM,” imbuhnya.

Wenny juga menambahkan, beberapa contoh jenis penyakit yang termasuk dalam PTM ini, antara lain adalah Stroke, Penyakit Jantung Koroner, Kanker, Diabetes Melitus, gagal ginjal.

“PTM terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan dan hidup yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, tingkat stress yang tinggi. Disisi lain, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu PTM ini yang dapat menyebabkan kematian yang cukup tinggi di Indonesia,” paparnya.

Tak hanya itu, Wenny juga menyampaikan pemaparannya terkait Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diatur dalam Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017.

“Germas adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi atau kegiatan Germas ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih, sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Wenny, tujuan Germas sendiri adalah menjalani hidup yang lebih sehat. “Hal penting lain yang tidak boleh dilupakan dari gaya hidup sehat adalah terciptanya kebahagiaan diri dan lingkungan yang bersih serta sehat, sehingga menyebabkan berkurangnya resiko membuang lebih banyak uang untuk biaya berobat ketika sakit,” ungkapnya.

Baca Juga:   Layanan SIM Keliling Depok Hari Ini, Senin 12 Februari 2024

Adapun Keberhasilan program Germas, tambah Wenny, bukan hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah saja, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua.

“Oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk dapat menerapkan kegiatan-kegiatan yang akan mendukung keberhasilan Germas dimana pun kita berada, mulai dari Iingkungan rumah, lingkungan masyarakat sekitar, lingkungan sekolah/perguruan tinggi, ditempat kerja, dikendaraan, dijalan dan dimanapun kita berada,” tambahnya.

“Gaya hidup sehat dengan perilaku hidup bersih, olahraga teratur dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan fisik setiap orang yang berbeda, tidur yang cukup, menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksakan kesehatan secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola stress secara baik dengan selalu melakukan tindakan yang membuat hati selalu positif akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan imunitas hingga peningkatan produktivitas,” tambah Wenny.

Senada dengan Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta III Yupi Supartini yang mengatakan, saat ini sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia mengalami perubahan pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM).

“Perubahan pola ini disebabkan karena berubahnya perilaku manusia. Sebelumnya
penyebab kesakitan dan kematian terbesar adalah penyakit menular. Namun saat ini, penyebab terbesarnya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes, dan gangguan gagal ginjal”, kata Yupi.

Risiko penyebab maraknya PTM, disebabkan berubahnya gaya hidup masyarakat seperti kurang olahraga, pola makan tidak sehat, minum minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok. Maka dari itu masyarakat harus bisa mencegah penyakit tidak menular dengan prilaku “Cerdik”.

“Masyarakat harus bisa menerapkan “Cerdik” yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas, diet yang sehat dan berimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stress,” jelasnya.

Dalam acara tersebut masyarakat diperkenalkan berbagai program germas. Anggota DPR RI Wenny Haryanto bersama komponen pemerintah dan masyarakat juga melakukan penandatanganan Komitmen bersama dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) .

(Bambang Banguntopo/SINDE)

No More Posts Available.

No more pages to load.