Sosialisasi KIE Obat dan Makanan, Wenny: Plastik Hitam Berbahaya untuk Makanan

oleh -77 Dilihat
oleh
Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Wenny Haryanto, SH berfoto bersama usai kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama BPOM dan tokoh masyarakat, belum lama ini.

Depok, SINDE – Wadah berbahan plastik sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, wadah plastik digunakan untuk menyimpan dan memanaskan makanan. Namun, sayangnya tidak banyak yang tahu mengenai bahaya penggunaan wadah berbahan plastik yang tidak memenuhi standar.

Salah satunya adalah penggunaan kantong kresek berwarna hitam yang berbahaya untuk menyimpan makanan. Sudah banyak masyarakat mengetahui jika kresek hitam berbahaya.

“Kantong kresek hitam memiliki zat kimia berbahaya. Misalnya, jika kita makan gorengan panas atau makanan panas lain yang terkontaminasi dengan plastik, maka zatnya akan melumer dan berbahaya untuk kesehatan,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama BPOM dan tokoh masyarakat di Tapos, Kota Depok, belum lama ini.

Menurutnya, kantong plastik kresek tidak boleh kontak langsung dengan makanan panas. Jika terpaksa harus menggunakan plastik kresek, sebaiknya dilapisi dengan kertas, agar tidak kontak langsung dengan makanan.

“Dilapisi kertas lebih baik. Tapi jangan dibiarkan lama. Jika tidak pakai plastik kresek, pilihan lainnya adalah bisa pakai plastik mika,” katanya.

Selain itu, Wenny juga mengajak masyarakat khususnya Kota Depok untuk memilih kosmetik yang aman, dengan lebih berhati-hati ketika membeli produk kosmetik. Serta masyarakat agar menginformasikan ke pihak BPOM  jika menemukan kosmetik ilegal khususnya di Kota Depok.

Baca Juga:   Ikuti Hati Nurani, Padepokan Pencak Silat MS Jalan Enam Pengasinan Dukung Wenny Haryanto

“Sebagai konsumen obat dan makanan termasuk kosmetik, diharapkan para masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas. Jika ada temuan segera laporkan ke BPOM maupun pihak berwenang,” tuturnya.

Sementara Loka BPOM Depok, Bogor dan Kabupaten Bogor, Iltizam Nasrullah menambahkan, masyarakat diajak untuk menggunakan aplikasi BPOM Mobile dan menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa). Sehingga nantinya masyarakat lebih waspada dalam memilih obat dan makanan.

“Agar terhindar dari produk berbahaya, kami meminta masyarakat untuk melakukan cek KLIK, agar proteksi diri dari bahaya kosmetik yang tidak aman bisa terhindar,” imbaunya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BPOM di Bandung Sukriadi Darma, Lurah Sukamaju Baru yang diwakili Sekel Pramudiya, Bimaspol Kelurahan Sukamaju Baru Suparjo, Babinsa Kelurahan Sukamaju Baru Sadiq, Ketua RW07 Sukamaju Baru Mat Hadi, beserta, Kader PKK Karang Taruna, serta Tokoh Masyarakat setempat.

(po/SINDE)

No More Posts Available.

No more pages to load.