Home / Lain-lain / Tanahnya Raib, Warga Depok Bakal Ngadu Ke Jokowi
Ngadu ke Jokowi : Ibu Rita Sari (kanan, jilbab hitam) saat bertemu dengan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu.

Tanahnya Raib, Warga Depok Bakal Ngadu Ke Jokowi

Depok – Proses pembebasan lahan untuk Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) milik Harjo Judotomo yang berlokasi di Jalan Swadaya RT006 RW 002 Kelurahan Limo Kecamatan Limo, Kota Depok, masuki babak baru.

Pasalnya, konflik dan permasalahan tanah milik Harjo Judotomo selaku pemilik sah lahan tidak terdaftar sebagai penerima ganti rugi pembebasan Tol Cijago.

Karena itu, Rita Sari selaku penerima kuasa penuh dari Harjo Judotomo menegaskan, akan mengadukan permasalahan ini ke BPN Pusat hingga ke Presiden RI. Kata dia, bilamana BPN Kota Depok masih tetap bersikukuh dan tidak mau membatalkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Yusnita Karinata.

“Apalagi, saya dapat info terakhir ada tiga nama kepemilikan atas lahan tersebut. Ayo deh, pertemukan aja kita sama mereka itu termasuk mana itu yang namanya Yusnita Karinata. Kalau gak, saya bakal demo untuk adukan ke BPN Pusat dan Istana Negara,”
tegas Rita.

Rita juga menjelaskan, nama Yusnita Karinata itu baru muncul setelah ada wacana pembebasan lahan tol Cijago yang melintasi wilayah tersebut. Diduga Mafia Tanah yang bermain sehingga muncul hal tersebut.

Selain itu sambung Rita, secara hukum SHM atas nama Yusnita Karinata itu wajib dibatalkan karena tanahnya nggak jelas. Karena Letter C nya juga bukan berada di posisi Naman B. Kotong, tetapi Yusnita dasar letter C nya atas nama Asad Dugul.

“bilapun ada tanahnya, posisinya jelas nggak disitu. Saya juga menduga ada unsur kesengajaan, dan harus dipertanyakan ke panitia pembebasan Iahan tol (P2T) dari Kelurahan Limo, terutama pak Hendi yang kini menjabat sebagai Sekkel,” pungkas Rita Sari.

Bukti Iain, lanjut Rita, ketika Kepala Seksi (Kasi) Pengukuran Edi. S yang ikut turun Iangsung dan melihat bukti di lokasi lahan, bahwa AJB atas nama Warih Wirawan Hadi dan pemilik Iain yakni SHM atas nama Syahrul Fauzi telah dijelaskan bahwa, tanah Harjo Yudotomo memang ada dan diapit oleh kedua tanah tersebut.

Baca Juga:   Kejari Depok 'Wajah Baru' di Era Yudi Triyadi

“Warih Wirawan Hadi dan Harjo Yudotomo ini merupakan saudara kandung, mereka kakak beradik dan membeli lahan itu berbarengan. Jika tanah Warih Wirawan tercatat, masa tanah Harjo Yudotomo hilang dan berubah nama. Sementara Harjo dan keluarganya sama sekali belum pernah menjual kepada pihak siapapun, termasuk ke orang yang mengaku Yusnita Karinata,” jelas Rita Sari.

Diberitakan sebelumnya, Rita merasa heran karena tanah AJB seluas 400 meter persegi atas nama Harjo Judotomo tidak tercatat sebagai pihak penerima ganti rugi pembebasan tol Cijago. Namun, penerima ganti rugi telah berubah nama menjadi Yusnita Karinata.

Disebutkan Rita Sari selaku penerima kuasa penuh dari Harjo Judotomo, tanah AJB PM.141/1710/12/XII/1977 milik Harjo Yudotomo keabsahannya jelas dan memiliki kekuatan hukum tetap karena berdasarkan Letter C atas nama Naman. B. Kotong tahun 1977. Sedangkan atas nama Yusnita Karinata bukti SHM 02447 dasarnya Letter C atas nama Asat Dugul.

Rita Sari pun menduga, ada pihak-pihak yang bermain terkait penyerobotan lahan milik Harjo Judotomo. Sebab katanya, selama ini tidak ada sejarahnya kasus Letter C terjadi tumpang tindih kepemilikan.

“Pihak yang mengklaim tanah Harjo yaitu Yusnita Karinata gak pernah jelas
batang hidungnya sampai saat ini, tapi sudah ngaku-ngaku punya Sertifikat Hak Milik atas tanah Harjo Yudotomo. Ini kan aneh, kuat dugaan milik Yusnita ini palsu alias gak ada sama sekali,” tutur Rita Sari.

(po/ndra/sinde)

Baca juga

Olahraga Bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok

Kajari Depok ditaklukan Kasi Pidum

SINDE – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Yudi Triyadi ditaklukan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi …